Jumat, 05 Desember 2008


Beragam Pendapat Mengenai Efek Jatuh Cinta:

Helen Fisher,Ph.D (antropolog dari Rutgers University)
Bahwa salah satu efek dari cinta adalah bisa membuat orang merasa senang. Hal itu dikarenakan meningkatnya hormone dopamine (itulah yang menyebabkan perasaan ketagihan). Meningkatnya hormone tersebut karena adanya pengaktifan pusat kenikmatan di otak.
Jatuh cinta ternyata tidak hanya bisa membuat orang senang, tapi mempertajam penciuman kaum wanita. Benarkah demikian? Coba saja simak pendapat ini:
James Kohl (pengarang buku the Scent of Eros:Mysteries of Odor in Human Sexuality)
Alat penciuman wanita (tanpa sadar) bisa mendeteksi zat pheromones (zat yang bisa membuat wanita tertarik pada laki-laki, itulah yang menjadi sebab kenapa secara insting wanita akan tertarik pada laki-laki yang berbeda secara genetic dengan dirinya. Inti dari semua itu adalah bahwa hanya dengan indra penciumannya, wanita bisa tahu pasangan genetic yang baik untuk memiliki keturunan. Lebih jauh diungkapkan bahwa di masa ovulasi akan terjadi peningkatan pada insting penciuman wanita, di mana pada saat itulah indra penciuman wanita mampu mendeteksi pheromones yang pada akhirnya bisa meningkatkan hormone estrogen hingga memunculkan
perasaan suka pada laki-laki yang menjadi incarannya.
Apakah benar cinta bisa membuat orang menjadi kaya? Inilah pendapat yang bisa dijadikan sebagai pembenaran pada kita, para pelaku cinta, sebab ada penguatan atas pendapat yang dikemukakan oleh:
Darmouth, beliau berpendapat bahwa kepuasan yang didapatkan dari pernikahan yang bahagia adalah sama dengan kepuasan atas tambahan penghasilan sebesar 100 juta rupiah.